Search This Blog

Wednesday, 27 January 2016

TANAMAN JAGUNG

Jagung memiliki nama latin Zea mays L. Dan termasuk makanan pokok di dunia, selain beras dan gandum. Mengenai asal tanaman ini, sebenarnya ada banyak pendapat yang berlainan. Tetapi intinya kebanyakan ahli sepakat bahwa tanaman jagung berasal dari Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan) Atau amerika Selatan. Mereka sepakat dalam hal ini karena jagung dan spesies liar jagung (teosinte) sejak lama ditemukan di daerah tersebut dan habitat aslinya masih ada sampai sekarang. Pendapat tersebut doperkuat dengan ditemukannya sisa tepung sari dan tongkol jagung di dalam gua, dan kedua spesies itu mempunyai keragaman genetik yang luas.
Maka dari itu, teosinte (Z ea Mays sp. Parviglumis) dipercaya sebagai asal mula (progenitor) dari tanaman jagung. Dan, teosinte ini merupakan tanaman liar yang berasal dari lembah Suingai Balsas, sebuah lembah yang ada di Meksiko Selatan.
Menurut para ahli Botani, jagung telah dibudidayakan ndi Amerika Tengah (Meksiko Selatan) sekitar 8.000-10.000tahun yang lalu. Hal itu terbukti dengan ditemukannya fosil tongkol jagung dengan ukuran kecil, yang ditemukan di dalam tanah dan diperkirakan  usianya mencapai 7.000 tahun.
Adapun bnukti genetik, antropologi, dan arkeologi menunjukan bahwa daerah asal jagung adalah  Amerika Tengah. Nah dari daerah inilah, jagung tersebar dan ditanam di seluruh dunia.
Para ahli pun sepakat bahwa sampai saat ini diperkirakan terdapat 50.000 varian jagung, baik varian lokal maupun varian unggul hasil pemuliaan. Nah varian sebanyak itu semula berasal dari jenis jagung tersebut (dari Amerika Tengah). Tetapi, selain pendapat yang disepakati tersebut , ada pula pendapat lain yang menyatakan bahwa jagung berasal dari Asia (Himalaya) dan Dataran Tinggi Andean (Peru, Bolivia, dan Ekuador).
Ternyata, kita tidak hanya bisa memanfaatkan biji jagung, tetapi juga keseluruhan komponen tanaman. Misalnya tongkol jagung yang kaya akan kandungan pentosa dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan furfural. Adapun bahan lainnya yang bisa dijadikan furfural (selain tongkol jagung) ialah ampas tebu, sekam padi, kayu, rami, dan lain-lain.
Sebagai tanaman pangan yang mengandung manfaat bagi kesehatan, khasiat jagung antara lain sebagai pembangun otot dan tulang, baik untuk otak dan sitem syaraf, mencegah konstipasi menurunkan risiko kanker dan jantung, mencegah gigi berlubang serta minyaknya dapat menurunkan kolesterol darah.
Bahkan menurut beberapa sumber, kandungan biji jagung bagi kesehatan lebih bagus daripada beras, meskipun kandungan karbohidratnya lebih rendah, tetapi kandungan proteinnya lebih tinggi.

TANAMAN PADI

Padi adalah tanaman pangan berupa rumput berumpun yang banyak dijadikan sebagai bahan makanan pokok di dunia. Tanaman pertanian ini termasuk salah satu tanaman kuno yang menurut para ahli berasal dari dua benua, yaitu Asia dan Afrika Barat Tropis dan Subtropis. Penanaman padi di Zhejiang ( Cina ) yang sudah sejak 3.000 tahun SM, hal ini merupakan bukti yang sangat kuat. Bukti yang lain juga ditemukan yakni berupa fosil butir padi dan gabah di  Hastinapur Uttar Pradesh, India, sekitar tahun 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, dan Vietnam.
Indonesia juga salah satu produsen padi terbesar di dunia. Hal ini terbukti dengan adanya penanaman padi hampir di semua daerahnya. Di antara pusat penanaman padi di Indonesia adalah Pulau Jawa (Karawang dan Cianjur), Bali, Madura, Sulawesi, dan Kalimantan.
Produksi padi Nasional sampai Desember 1997 adalah 46.591.874 ton, yang meliputi areal panen 9.881.764 ha. Karena pemeliharaan yang kurang intensif, hasil padi kering (gogo) hanya 1-3 ton/ha. Sedangkan, drengan kultur teknis yang baik, hasil padi sawah mencapai 6-7 ton/ha.
Padi dibedakan menjadi dua tipe. Pertama, padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi. Kedua, padi sawah yang ditanam di dataran rendah yang memerlukan genangan air.
Di negara-negara Asia, beras dijadikan sebagai sumber karbohidrat utama. Sedangkan dinegara-negara benua lain, beras hanya sebagai pelengkap. Maka dari itu masyarakat Asia lebih banyak mengonsumsi beras daripada masyarakat benua lainya.
Pada awalnya, di Indonesia, tanaman padi di tanam di daerah kering dengan sistem ladang dan pengairan. Adapun tanaman padi yang dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis ialah indica, sedangkan japonica banyak ditanam di daerah subtropis.
Menurut Collin Clark Papanek, nilai gizi yang diperlukan oleh setiap orang dewasa adalah 1.821 kalori/hari yang setara dengan beras sebanyak 0,88 kg. Beras mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, abu, dan Vitamin. Selain itu, beras mengandung beberapa unsur mineral, yakni kalsium , magnesium, sodium, fosfor, dan lain sebagainya.

Thursday, 12 November 2015

BUNGA MELATI

Tanaman Melati
Tanaman melati hidup lebih lama dibandingkan tanaman bunga hias lainnya karena tanaman ini memiliki batang yang tegak, sehingga bisa hidup sampai bertahun-tahun.
Pada tahun 1962 orang-orang Italia menanam melati casablanka (Jasmine officinalle) untuk di jadikan biang parfum. Sementara itu, orang-orang Inggris yang dipelopori oleh Duke Casimo de’ Meici membudidayakan melati putih (Jasmine parkeri ditemukan dikawasan India Barat Laut, yang kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923.
Para ahli meyakini bahwa jenis melati berjumlah dua ratusan, tetapi yang telah diidentifikasi hanya sekitar sembilan jenis (yang dibudidayakan), dan delapan jenis yang lebih potensial dijadikan sebagai tanaman hias.
Kebanyakan jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan dan tidak diketahui oleh banyak orang. Hal itu dikarenakan belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya.
Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae. Adapun sembilan jenis melati yang sudah diidentifikasi adalah Jamine sambac Air (melati putih atau Puspa Bangsa), Jasmine multiflora Andr (melati hutan, melati gambir, poncosudo, star jasmine, atau Jasmine pubescens Willd), Jasmine officinale (melati casablanka atau spanish jasmine), Jasmine rex (melati raja atau king jasmine), Jasmine parkeri Dunn (melati pot), Jasmine mensyi (Jasmine primulinum atau melati pimrose), Jasmine revolutum Sims (melati Italia), Jasmine simplicifolium (melati Australia, J. Volibile, atau melati bintang), dan melati hibrida (bunga berwarna pink dan berbau harum).

BUAH NAGA

 Asal mula buah Naga
Tanaman Buah Naga adalah jenis kaktus dari marga Hylecereus dan Celenicereus yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tetapi saat ini tanaman tersebut telah dibudidayakan di negara-negara Asia, seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.
Pada tahun 1870 tanaman buah naga dibawa orang Prancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Orang vietnam dan Cina memiliki keyakinan dan kepercayaan yang berbeda dengan orang Prancis. Menurut mereka buah naga membawa berkah. Maka dari itu, buahnya selalu diletakan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau diatas meja altar. Nah karena warna merahnya lebih terang dari pada warna hijau pada patung naga,  mereka pun memberi nama buah tersebut dengan sebutan thang loy (buah naga). Sejak itulah semua orang di dunia menyebutnya buah naga, walaupun dalam bahasa yang berbeda-beda.
Tanaman buah naga mempunyai banyak jenis. Diantaranya Hylocereus undatus (buahnya berwarna merah dengan daging buah putih), Hylocereus polyrbizus (buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah), Selenicereus megalantbus (kulit buah kuning dan daging buah putih), serta Hylocereus costaricensis (daging buah super merah).
Selain terasa manis dan menyegarkan, buah naga juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Misalnya, buah naga dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah, serta mengandung Vitamin C , betakaroten, kalsium dalam jumlah yang cukup baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan karbohidrat.
Kandungan serat dalam buah naga juga tinggi sebagai pengikat zat karsinogen (penyebab kanker) dan memperlancar proses pencernaan. Zat-zat ini bisa menetralkan racun dalam darah, meningkatkan daya penglihatan, dan mencegah hipertensi.

Wednesday, 11 November 2015

TANAMAN MELON DAN KHASIAT BUAHNYA BAGI KESEHATAN

Kasiat buah melon bisa menyembukan Kanker paru-paru, stroke atau jantung, ginjal, eksem, dan asam urat
TANAMAN MELON
Menurut ahli Botani, Persia atau daerah Mediterania, daerah perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika, merupakan asal dari tanaman Melon, yang memiliki nama ilmiah Cucumis melo.
Tanaman ini menyebar ke seluruh daerah Timur Tengah dan Eropa. Sesungguhnya melon menyebar ke  Eropa pada awal tahun Masehi, dan jenisnya adalah Cucumis melo Var. Tanaman melon bertambah meluas penyebarannya ketika para penjelajah Eropa menjelajahi berbagai Benua di dunia, yang dimulai sejak abad ke-14.
Tanaman melon yang termasuk Famili Cucurbitaceae ternyata juga ditemukan di Asia dan Afrika, akan tetapi jenisnya berbeda, yaitu reticultus, yang kemudian dikenal dengan nama muskmelon. Penyebaran melon di Amerika Serikat terjadi pada tahun 1540, dengan jenis Cucumis melo Var. Dan, pada tahun 1871 dihasilkan melon jenis baru, yaitu Cucumis melo Inodorous, yang akhirnya disebut casaba melon.
Buah melon banyak mengandung Viatamin A, B, dan C serta protein, kalsium dan fosfor. Kandungan mineral pada buah melon bahkan mampu menghilangkan keasaman tubuh dan memiliki sifat menyembuhkan sembelit. Keasaman tubuh perlu dihilangkan karena akan mengganggu pencernaan, khususnya pada organ Lambung.
Buah melon juga mengandung antikoagulan yang disebut adenosine, sehingga mampu menghentikan penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit stroke atau jantung. Sementara itu, kandungan karotenoid buah melon yang tinggi bisa mencegah kanker dan menurunkan resiko serangan kanker paru-paru, karena merupakan senyawa utama peyerang penyakit kanker.
Buah melon juga meiliki daya diuretik yang sangat baik, sehingga mampu menyembuhkan penyakit ginjal sekaligus penyakit eksem yang parah dan akut. Jika dikombinasikan dengan buah lemon, maka buah melon dapat menumpas penyakit asam urat.